Sedari kecil kita terus bersama.. usia kita yang terpaut tiga tahun membuat kita semakin dekat, adikku..
Aku ingat disaat aku duduk di kelas 4 SD, dan kamu kelas 1 SD.. Sekolah kita memang berbeda, tapi sekolah kita sama-sama dibangun oleh ayah kita tercinta..
Aku mengendarai sepeda, badanku yang mungil terbanting dengan roda sepeda yang besar.. tapi itu semua tak masalah, adikku.. karena aku sebentar lagi akan bertemu denganmu.. ya, aku menjemputmu..
Panasnya matahari, banyaknya motor dan mobil di jalan raya, tak mengurangi sedikitpun semangatku untuk menjemputmu, adikku..
Aku mengayuh sepedaku sejauh 6km.. lalu aku datang di sekolahmu, kamu sedang bermain di taman sekolah.. kamu tinggalkan temanmu dan tersenyum ke arahku sambil berteriak, "TETEH!"
Aku mengayuh sepedaku sejauh 6km.. lalu aku datang di sekolahmu, kamu sedang bermain di taman sekolah.. kamu tinggalkan temanmu dan tersenyum ke arahku sambil berteriak, "TETEH!"
Setiap hari, kusempatkan menjemputmu.. sampai kami pindah rumah.. mustahil bagiku mengayuh sepeda sejauh 20km dengan tubuh mungil dan derasnya arus lalu lintas..
Ayah memutuskan untuk memberiku uang e
kstra untuk ongkos bus.. Naufal, kamu, dan Faris di antar jemput oleh tukang ojeg langganan keluarga kita..
kstra untuk ongkos bus.. Naufal, kamu, dan Faris di antar jemput oleh tukang ojeg langganan keluarga kita..
Aku sudah duduk di bangku kelas 6 S
D.. aku memikirkan Ujian Nasional dan SMP yang akan aku masuki nantinya.. walau sibuk, aku tetap mengajakmu untuk ikut belajar bersama teman-temanku.. bahkan, hampir semua teman perempuanku akrab denganmu..
D.. aku memikirkan Ujian Nasional dan SMP yang akan aku masuki nantinya.. walau sibuk, aku tetap mengajakmu untuk ikut belajar bersama teman-temanku.. bahkan, hampir semua teman perempuanku akrab denganmu..
Aku memutuskan untuk masuk pesantren, itu artinya aku memutuskan untuk meninggalkanmu.. disinilah awal mulanya dirimu berubah..
Kamu yang dulu ceria, sangat sayang padaku, sekarang menjadi pendiam.. aku tahu aku salah telah meninggalkanmu.. aku satu-satunya kakak perempuan yang mengerti kamu..
Lalu, kamu yang masih duduk di kelas 4 SD mengumpulkan uang jajanmu untuk membeli kado ulang tahunku bulan agustus nanti.. walau kamu tahu, kamu tak bisa memberinya di hari H..
Aku mendapatkan liburan semester.. aku pulang ke rumah dan mendapati kamu yang memberiku kado ulang tahunku yang sudah lewat..
Aku ingat wajahmu yang kembali ceria.. aku dan kamu, kita menghabiskan liburanku bersama..
Tiba saatnya kembali ke pesantren.. kamu kembali murung.. aku tahu, kamu butuh perhatian.. lalu kamu mencoba dekat dengan kakak laki-lakimu..
Namun apa daya, kakakmu harus pindah ke pesantren yang sama denganku..
Aku dan Naufal sangat menyesal.. tak bisa menjadi kakak yang baik untukmu disaat usiamu yang belia..
Ayah dan ibu kadang sibuk bekerja.. aku tahu kamu sedang menyukai seorang pria di sekolahmu.. kamu ingin berbagi denganku.. aku tahu, kamu takut berbagi dengan ayah atau ibu.. karena mereka pernah bilang, "kalau kamu suka-sukaan nanti ayah nikahin lhoo.." tapi kamu yang masih kecil menganggap serius perkataan ayah..
Ayah kami memang tegas, apalagi dalam mendidik anak.. tapi adikku, ayah hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya..
Lalu tiba masanya dimana kamu harus masuk SMP.. kamu memutuskan untuk masuk ke pesantren tempatku dan Naufal menimba ilmu..
Tapi apa daya, saat itu kondisi keuangan ayah dan ibu tidak stabil.. sedangkan ayah dan ibu punya 8 anak yang harus ditanggung..
Dengan sangat menyesal, ayah mengirimmu ke SMP negeri.. ayah, ibu, dan aku was-was.. bagaimanapun, SMP negeri lebih menakutkan.. pergaulannya, keislamannya, dan lain-lain..
Tapi, aku tahu kamu senang bisa masuk SMP negeri.. karena aku juga sudah lulus SMP dan masuk SMA negeri..
Setiap aku mempunyai tugas dari sekolah dan harus di-print, aku mengajakmu berwisata malam sambil menaiki motor.. walau kamu takut menaiki motor bersamaku, aku tetap membawa motor hingga 100km/jam.. kadang-kadang aku menyalip mobil di depanku, tetapi masih ada mobil dari arah berlawanan.. sampai-sampai sang pengendara mobil memberi lampu jauh untuk mengingatkanku.. tapi aku tak peduli, hahaha.. sungguh masa-masa gila bersamamu, adikku..
Lalu, kami pindah rumah lagi.. ya, kami tanpa ayah yang sedang bekerja di Riau, tidak memiliki tempat tinggal tetap.. pindah sana-sini..
Kebetulan rumah baru kami dekat dengan sekolahmu.. kamupun bisa jika berjalan kaki ke sekolah.. kadang-kadang teman-temanmu datang bermain ke rumah.. kamupun terlihat ceria bersama mereka..
Setahun berlalu, lagi-lagi kami harus pindah rumah karena berbagai masalah dari ibu pemilik rumah.. padahal aku tahu, kamu sangat menyukai rumah kita yang dekat dengan sekolahmu..
Di rumah baru, kita sama-sama menginjak bangku kelas 3.. aku kelas 3 SMA, dan kamu kelas 3 SMP.. banyak kegiatan gila yang kami lakukan di rumah baru kita ini.. kadang kita belajar untuk UN sambil mendengarkan musik..
Lalu, kamar kita penuh dengan rumus Fisika, Kimia, dan Matematika.. hahaha maafkan aku yang telah membuatmu stress dengan rumus-rumus itu :p
Aku ingat saat aku terburu-buru untuk Try Out di sekolahku.. aku meminta izin pada ibu untuk membawa motor ke sekolahku di Cipinang.. ibu khawatir karena aku belum mempunyai SIM C.. tapi kau juga sedang buru-buru berangkat ke sekolahmu.. akhirnya ibu mengijinkanku membawa motor ke sekolah, dengan catatan aku harus mengantarmu lebij dulu ke sekolahmu..
Itulah saat-saat kita mengalami kecelakaan.. disaat aku ingin menyebrang, lalu dari arah berlawanan datang motor lain yang tidak melihat kami.. jatuhlah kami.. sebenarnya pengendara motor itulah yang salah.. aku menyalakan lampu depan, tetapi dia tidak melihat ada motor yang ingin menyebrang.. lalu karena aku tidak mempunyai SIM, aku yang dianggap bersalah.. tak masalah, adikku.. asal kamu tak terluka..
Tapi kamu tidak ingin lagi aku mengantarmu ke sekolah karena kamu malu.. lalu kamu pergi meninggalkanku yang tergeletak di jalan raya..
Apa boleh buat, aku masih punya Try Out penting yang harus aku jalani.. aku mengendarai motorku kencang, tak peduli luka di kakiku yang terbakar knalpot motor..
Aku lulus, kamupun lulus.. saat-saat bahagia itu selalu kita rasakan bersama, adikku.. karena usia kita yang terpaut 3 tahun..
Ayah kita yang seorang Direktur Pendidikan di salah satu yayasan islam besar milik Chevron, memintamu untuk menjalani tes masuk SMA-IT yang dikelola oleh ayah kita..
Bulan Mei, kita terbang bersama ke Riau.. aku ingat saat-saat norak kita membeli kopi di mesin otomatis hahahaha.. maklum, ini adalah penerbangan pertama kita..
Sesampai di Bandara Pekanbaru, ayah menyuruh kita menaiki Taxi hingga perumahan Chevron.. tarifnya cukup mahal menurutku, 70.000 untuk 15 menit.. namun itulah Riau..
Sesampainya di perumahan Chevron, kita menuju kantor ayah.. disana ayah menyambut kita dengan sangat hangat.. adikku, ayah sangat bangga pada kita! Lihatlah bagaimana ayah mengenalkan kita pada semua karyawan di kantor..
Aku yang sudah dapat kampus di PNJ (yang dulunya Poltek UI) dengan jalur PMDK, dan kamu yang akan memberi contoh pada karyawan lain untuk memasukkan anak-anaknya ke SMA-IT tersebut..
Banyak karyawan yang mempunyai anak seusiamu, adikku.. tetapi mereka takut untuk memasukkan anak-anaknya ke SMA-IT ini, hanya karena SMA ini baru dibuka dan kamu akan menjadi angkatan pertama di SMA itu, adikku..
Ayah, sebagai Direktur Pendidikan memberi contoh bagi karyawannya untuk memasukkan anak-anak mereka ke SMA ini.. lihat, ayah sungguh ayah teladan.. ayah sangat bangga padamu yang menuruti permintaan ayah untuk sekolah disini..
Lalu aku ingat, saat-saat aku menjadi pengawas ujian di ruanganmu.. waktu itu hanya 20 calon siswa diruangan itu.. aku dan guru lain suruhan ayah mengawas.. aku membagikan kertas ujian dan lembar jawaban..
Sampai tiga hari kita menetap di Riau, ayah mengenalkan kita pada Walikota Riau..
Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu.. kamu sudah menjadi siswi SMA di sekolah binaan ayah.. dan aku menjadi mahasiswi di PNJ..
Lagi-lagi kita terpisah, adikku.. tapi tak mengapa, aku yakin kamu bisa menjalaninya dengan baik, tanpa aku..
Satu bulan kemudian, kamu meneleponku dan kamu menceritakan kisah lucu ketika kita di Riau..
"Teh, lo inget gak waktu kita di Riau dan lo jadi pengawas ujian di ruangan gue?"
"Iye inget, ngape emang?"
"Lo tau, ada 4 orang dari calon siswi disitu, dan sekarang sekelas sama gue.. dan lo tau apa kata mereka?"
"Apaan?"
"Mereka bilang, 'hah anak kecil pengawas itu kakak lo fat? Ya ampun gue kirain anak SMP lho.. pas dia ngawas dalem hati gue : ini anak SMP ngapain sih mondar-mandir? Bukannya masuk ruangan dan ikut ujian aja ckck.. gak nyangka ternyata umurnya udah 17 th yaa haha' gitu katanya teh hahaha.. lo disangka bocah SMP :p"
"Bilang ke temen lo, suraaaaammmm -,-"
"Iye inget, ngape emang?"
"Lo tau, ada 4 orang dari calon siswi disitu, dan sekarang sekelas sama gue.. dan lo tau apa kata mereka?"
"Apaan?"
"Mereka bilang, 'hah anak kecil pengawas itu kakak lo fat? Ya ampun gue kirain anak SMP lho.. pas dia ngawas dalem hati gue : ini anak SMP ngapain sih mondar-mandir? Bukannya masuk ruangan dan ikut ujian aja ckck.. gak nyangka ternyata umurnya udah 17 th yaa haha' gitu katanya teh hahaha.. lo disangka bocah SMP :p"
"Bilang ke temen lo, suraaaaammmm -,-"
Satu tahun pertama aku mendapat banyak kabar gembira tentangmu, adikku.. tentang kamu yang nilai Kimianya selalu tertinggi dikelas.. aku tahu, itu semua karena rumus-rumus yang aku tempel di kamar kita di rumah dulu :p
Lalu tentang kamu yang juara 2 lomba menulis cerpen tingkat SMA se-Riau.. subhanallah adikku, aku juga tahu itu semua berkat aku yang mengajarimu tulis-menulis :p ya, kita adalah pasangan adik-kakak yang akan menjadi novelis, insya Allah :)
Tetapi tiba-tiba muncul berita buruk, bahwa kamu tidak betah tinggal di Riau.. aku tahu, kamu rindu pada kakakmu yang imut ini :p
Aku yang sejak kuliah tinggal dengan nenek di Depok, kamu memintaku mencari SMA islam di depok yang mempunyai bahasa Jepang sebagai bahasa asingnya..
Kita mendapatkannya, dan alhamdulillah sekolah itu tidak terlalu jauh dari rumah nenek.. yang lebih mencengangkan, ternyata guru fisikamu itu teman ayah sewaktu ayah menjadi guru Kimia di NF Depok :p oh dunia yang begitu sempit..
Tapi, semenjak kita tinggal bersama nenek di Depok, aku jarang mengendarai motor di malam hari.. alasan pertama karena aku tak perlu jauh-jauh mengeprint tugasku.. di kampusku sudah ada dan lebih murah ketimbang warnet.. kedua, aku mempunyai kerja sambilan sebagai guru privat di berbagai tempat; di Condet, Depok, dan Jakarta Selatan.. aku pulang selalu malam, dan tak ada waktu untuk mengajakmu berwisata motor malam..
Aku ingat, jika sabtu tiba, aku memutuskan untuk tidur lebih lama, sebagai pembalasan dendam karena kurang tidur dari senin sampai jumat.. tapi kamu harus masuk untuk Tae Kwon Do dan bahasa Jepangmu.. iseng sekali kamu menbangunkanku jam 6 pagi, "teh.. bangun.. anterin gue dong.." -,-
Tapi semua untukmu, adikku.. agar kamu tak kecewa mempunyai kakak sepertiku..
Tahun lalu, aku memutuskan untuk memelihara kelinci.. kita memang menyukai kelinci dan kucing sejak kecil :3
Aku membeli sepasang kelinci Giant.. kita merawatnya bersama.. namun saat itu aku sudah cuti dari kampus untuk bersiap ke Jerman dan sambil menunggu visa, aku bekerja sebagai estimator disalah satu kontraktor di Jakarta Selatan..
Lalu kelinci kita terabaikan :( aku ingat, betapa shocked diriku, ketika sedang rapat dan aku men-silent-kam hand phoneku.. ketika istirahat, aku melihat hp dan mendapati banyak missed call dan sms darimu.. kamu bilang, satu kelinci kita mati :(
Beberapa minggu kemudian, kedubes Jerman mengirimku email yang menyatakan bahwa visaku sudah bisa diambil.. aku memberitahu orang tua asuhku di Jerman.. mereka membeli tiket untukku segera..
Aku ingat, dirimu yang menangis membaca sms dariku.. "assalamu'alaikum.. mohon doanya dari abah, umi, nini, om, bibi, amah, ami, aa, dan sepupuku sekalian.. keluarga asuh di Jerman sudah membeli tiket dan insya Allah tanggal 23 November (minggu depan) teteh berangkat.. :)"
Aku ingat janjiku padamu, kita akan menghabiskan semua
film horor yang kita punya sebelum aku berangkat ke Jerman.. tapi apa daya, waktuku hanya satu minggu untuk menyiapkan ini-itu..
Kamu juga menagih janjiku, kita akan bermain ice skating di Mall Taman Anggrek.. lagi-lagi waktu tidak bisa menepati janjiki padamu..
Sekarang, sudah hampir 5 bulan aku disini.. kalau hari sabtu tiba, aku merindukanmu yang membangunkanku untuk mengantarmu ke sekolah.. atau, kalau minggu tiba, kita 'cuci mata' ke Detos, Margo City, D-Mall, dll.. disini, aku menghabiskan weekend-ku tanpamu.. kalau sabtu semua toko dan mall hanya buka sampai jam 8 malam.. lalu, minggu semua toko dan mall tutup..
Kota ini mati tanpamu, adikku.. paling tidak, jika kamu disini, kita bisa tertawa menonton film komedi, atau menjerit beesama menonton film horor, atau menangis bersama menonton One Litet of Tears, Crazy Little Things Called Love, dan lain-lain..
Aku berjanji, jika aku punya uang banyak, aku akan membeli tiket pesawat untukmu.. kita rasakan ice skating sebenarnya.. aku sedang berusaha untuk membuatnya menjadi nyata..
Sekarang, jalani dulu kenyataan di depanmu.. besok, kamu akan menempuh ujian penting yang akan membawamu ke jenjang universitas.. walau aku tahu kamu ingin kuliah di Jepang, tapi apa salahnya kamu kuliah di Jerman bersamaku? Insya Allah :)
Kakakmu disini tak bisa menyemangatimu secara langsung, adikku.. maafkan aku yang juga tak bisa mengajarimu karena jarak dan waktu yang memisahkan kita.. tapi aku yakin, kamu bisa lulus dengan nilai terbaik dan menggapai semua cita-citamu.. GANBATTE KUDASAI!!! Ich vermisse dich meine Schwester :*
Semoga tulisanku ini bisa membakar semangatmu untuk Ujian Nasional besok.. semoga tulisanku ini bisa membuatmu memaafkanku yang meninggalkanmu.. semoga tulisanku ini bisa menjadi saksi bahwa aku, kakakmu, terus mencintaimu, adikku..
Selamat menempuh Ujian Nasional.. jangan nyontek, percaya diri, gue yakin lo pasti bisa!! Peluk cium dari jauh buat adek gue tersayang.. Fatimah Faqihah Syamilah (@ren_1412) dari kakakmu Shohwah Bosnia Maulidiyah (@bosniaaaaa)
Ingolstadt, 14 April 2013 12:49 (GMT +1)
NB : tulisan ini gue persembahkan juga buat semua calon peserta Ujian Nasional 2013.. percaya diri, gak usah denger apa kata setan, nyontek itu gak ada manfaatnya buat kalian.. hebat memang jika mendapat nilai UN bagus, tapi gak ada rasa "PUAS"nya.. mending nilai gak terlalu bagus, tapi hasil usaha SENDIRI! :)
No comments:
Post a Comment